5 Aplikasi Penghemat Baterei

Daya tahan baterai hingga saat ini masih menjadi salah satu masalah utama yang mengganggu para pengguna smartphone berbasis Android. Sebenarnya sistem operasi berlambang robot hijau ini mempunyai efisiensi daya tahan baterai yang baik. Namun tampaknya itu belum cukup. Sekarang sejumlah pabrikan mempunyai aplikasi atau fitur penghemat daya baterainya sendiri, antara lain 'Extreme power mode' di HTC One M9 dan 'Ultra power saving' di Samsung Galaxy S6. Bagi Anda pemilik handset yang tidak memiliki aplikasi atau fitur bawaan semacam itu, tak perlu khawatir karena ada aplikasi pihak ketiga yang memungkinkan Anda mencicipi fungsi yang sama. Berikut ini 5 aplikasi untuk menghemat daya baterai Android, seperti dihimpun dari CNET, Rabu (30/09/2015).

1. Juice Defender
Di tempat pertama bertengger Juice Defender, yang dikemas dengan opsi pengaturan yang melimpah. Aplikasi gratis ini memungkinkan Anda mengatur koneksi umum, seperti data mobile, Wi-Fi dan Bluetooth.
Beberapa modus preset, seperti 'aggressive' dan 'balanced' memungkinkan Anda untuk melakukan pengalihan dan penjadwalan, sinkronisasi latar belakang, dan memilih aplikasi mana yang membuat layar smartphone menyala.
Selain sebagai aplikasi gratis, Juice Defender juga hadir dengan versi Plus dan Ultimate yang dibanderol masing-masing US$ 1,99 dan US$ 4,99. Tergantung pada tingkat kontrol mana yang Anda cari, salah satu dari keduanya mungkin lebih cocok bagi kebutuhan Anda. Versi Plus, misalnya, menambahkan profil 'Extreme' dan 'Customized'. Sementara versi Ultimate menawarkan pengaturan jam sibuk dan akhir pekan, sinkronisasi otomotasi, dan kontrol GPS yang lebih dalam.
Fitur menonjol: Beberapa versi sesuai dengan kebutuhan, profil pengguna, penjadwalan, dan fitur location-aware.

Greenify 2. Greenify
Pada awalnya Greenify dibuat untuk perangkat Android yang telah di-root. Aplikasi ini membantu memperpanjang daya baterai dengan mengotomatisasi proses hibernasi, yang menjaga aplikasi dari meluncurkan proses latar belakang baru dan mengisap daya baterai.
Perlu dicatat bahwa Greenify tidak sama dengan aplikasi pembunuh tugas (task killer). Dengan kata lain, Greenify menempatkan aplikasi 'nakal' dan haus daya tanpa menonaktifkannya secara langsung atau menutup aplikasi itu secara paksa. Greenify juga memungkinkan penggunanya memilih sendiri aplikasi mana yang tidak terlalu penting dan menyetel aplikasi itu untuk tidur.
Seperti halnya Juice Defender, Greenify juga tersedia dalam versi gratis yang berfungsi dengan baik untuk sebagian besar pengguna, namun ada juga versi berbayar yang mendukung kustomisasi dan optimalisasi lainnya yang dipatok US$ 3. Pengguna juga bisa menetapkan hibernasi aplikasi sistem otomatis. Namun melakukan hal ini memerlukan pemahaman tingkat lanjut tentang bagaimana Android bekerja.
Fitur menonjol: Pendekatan untuk hibernasi, tidak terlalu berisiko daripada membunuh aplikasi secara langsung.

3. Go Battery Saver & Power Widget
Dirancang oleh Go Dev Team, aplikasi yang satu ini sangat bagus dan fleksibel. Dengan melakukan 'tap' sederhana pada layar, pengguna dapat mengganti modus preset, sehingga mudah untuk beralih dari sekadar membaca dan bersantai ria ke online gaming. Bagi pengguna yang tidak suka modus standar, ada dua slot lain yang tersedia untuk membuat modus secara custom.
Go Battery Saver & Power Widget mengawasi aplikasi untuk menentukan aplikasi manakah yang mengisap daya baterai lebih banyak dari yang lain. Dengan menetapkan skor untuk baterai, aplikasi ini mampu menentukan fitur yang dapat diaktifkan atau dinonaktifkan untuk memperpanjang daya hidupnya. Menekan tombol optimalisasi, pada dasarnya, membersihkan proses yang tidak perlu dan mengisap daya, sehingga daya tahan ekstra pun didapat. Melakukan hal ini saja dapat memberikan tambahan daya tahan satu jam atau lebih. Mantap.
Jika versi gratis aplikasi ini dilengkapi dengan pilihan dan pengaturan standar, versi premiumnya hadir dengan fitur lain yang jauh lebih banyak, yang dipatok dengan harga US$ 4,99. Versi premium ini, antara lain, bebas iklan, memiliki pengaturan terjadwal, kontrol lebih atas Wi-Fi, Bluetooth dan CPU, dan modus 'extreme' ketiga.
Fitur menonjol: widget yang berguna, beberapa modus pengguna, antarmuka yang mantap, update pengembangan.

4. Battery Aid - Saver & Manager
Aplikasi berikutnya adalah Battery Aid, yang dibuat untuk berfungsi bersama dengan pengaturan terkini smartphone penggunanya. Battery Aid versi gratis menyuguhkan beberapa opsi tambahan untuk membantu memperoleh daya baterai ekstra. Battery Aid akan secara otomatis mematikan koneksi Wi-Fi, Bluetooth, dan koneksi data ponsel, jika tidak digunakan, untuk menetapkan sejumlah waktu. Hal ini juga memungkinkan penggunanya mengalihkan pengaturan sinkronisasi.
Adapun versi gratis dari Battery Aid menyediakan jalan pintas ke opsi ponsel, seperti timeout kecerahan layar dan pengaturan car dock. Tentu, pengguna dapat menemukannya melalui cara-cara normal, tetapi Battery Aid menempatkan hal semacam ini di satu tempat saja. Selain itu, ada beberapa fitur lain yang dapat dibuka, termasuk statistik baterai, jika pengguna bersedia merogoh kocek beberapa dolar. Pengembangnya juga memiliki komunitas Google+ dan komunitas beta untuk menguji fitur-fitur baru.
Fitur menonjol: Desain material terlihat sangat segar dan cocok dengan standar aplikasi Google, satu tempat untuk pengaturan-pengaturan perangkat umum.

5. Tasker
Dari semua aplikasi yang tercantum di sini, Tasker adalah salah satu aplikasi yang menyediakan fitur lebih dari sekadar memperpanjang daya tahan baterai dan membunuh aplikasi (task killing). Dalam hal daya tahan baterai baterai, Tasker memungkinkan penggunanya untuk mengatur waktu tidur dan menonaktifkan koneksi.
Selain waktu, pemicu (trigger) lainnya termasuk hari dan lokasi. Keduanya berguna bagi orang dengan seperangkat jadwal pekerjaan. Tasker juga dibekali kemampuan yang memungkinkan penggunanya mengatur ponsel untuk menangani media, pesan teks, panggilan telepon, dan fungsi Android lainnya.
Agar mampu merasakan seluruh fitur dan kemampuanya, pengguna harus mengeluarkan uang US$ 2,99 untuk Tasker versi berbayar. Adapun pengguna dengan dongle Google Chromecast dapat menikmati beberapa ekstensi dan aplikasi yang terhubung ke Tasker. Satu hal yang baru-baru ini menjadi berita utama di ekosistem Android adalah AutoCast, yang menghadirkan berbagai konfigurasi dan pengaturan untuk dongle HDMI Google.
Fitur menonjol: pengaturan otomatis berdasarkan waktu, hari, dan lokasi; pengaturan otomatis untuk teks dan panggilan; antarmuka yang bersih dan teratur

Sumber : liputan6

Comments

  • No Comment Yet
Please login first for post a comment

Blogroll